Tampilkan postingan dengan label berita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label berita. Tampilkan semua postingan

Kamis, 28 Juli 2011

Ahli FIlsafat: Manusia Pada Dasarnya Korup

Kasus korupsi yang tidak berkesudahan membuat nilai-nilai yang dianggap prinsip menjadi tidak penting lagi. Kehidupan yang semakin bergerak atas prinsip-pinsip ekonomi dan transaksional dianggap sebagai pemicu memudarnya landasan kebaikan bersama (common good).

Hal itu mengemuka dalam diskusi Pendidikan Kewarganegaraan yang diselenggarakan oleh Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) di gedung Komnas HAM, Jl Latuharhari, Jakarta, Kamis (28/7/2011).

"Kasus Gayus dan Nazarudin meleratifkan sesuatu yang bersifat prinsip. (Salah satunya) Karena virus ekonomisasi dalam segala segi kehidupan termasuk pendidikan," kata salah satu pembicara, ahli filsafat alumnus Sekolat Filsafat Universitas Driyarkara, Robertus Robert.

Selasa, 26 April 2011

Malinda Dee Merasa Dikhianati, Minta Pejabat Citibank Lainnya Ditahan

Malinda Dee menuding pihak Citibank ikut andil dalam aksi penggelapan dana nasabah premium. Wanita mantan petinggi Citibank itu menuntut polisi juga menahan para petugas dan pejabat di Citibank yang terlibat dalam teknis pencairan dana nasabah selama 10 tahun terakhir.

Demikian disampaikan Indra Sahnun Lubis, kuasa hukum Melinda Dee, di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Jakarta, Selasa (26/4/2011). Ini dia sampaikan seusai mengajukan permohonan penangguhan penahanan yang kedua terhadap tersangka kasus penggelapan dana nasabah premium Citibank lebih Rp 17 miliar itu.

Selasa, 12 Oktober 2010

iklan ini bisa membedakan jenis kelamin !!!

Di Jepang, telah dibuat papan iklan pintar yang bisa menampilkan iklan sesuai dengan usia/ umur anda dan sekarang juga ada yang bisa membedakan apakah anda pria atau wanita.

Singapore's Agency for Science, Technology, and Research (A*Star) sedang mengembangkan sebuah sistem untuk periklanan yang bisa membedakan jenis kelamin para pengunjung.



Berbeda dengan sistim lainnya, untuk dapat membedakan jenis kelamin para pengunjung, si pengunjung harus langsung berhadapan dengan kamera penditeksi yang ada atau dengan kata lain, sistim ini tidak dapat bekerja dengan melihat wajah seseorang dari bagian samping (apalagi belakang).

Dengan sistim ini, sama seperti papan iklan yang ada di Jepang, iklan akan ditampilkan sesuai dengan jenis kelamin sehingga iklan yang dipasang oleh para produsen dapat lebih efektif.

Okay, kami tahu apa yang ada di pikiran para pembaca, pasti pertanyaannya bagaimana dengan wanita yang berubah menjadi pria atau sebaliknya? Benar kan pasti itu ada dalam pikiran para pembaca?

Jumat, 20 Agustus 2010

Tewas gara-gara habis nonton Smackdown

Rukiyah (43) tak pernah menyangka akan kehilangan anak perempuannya dengan kondisi yang sangat mengenaskan. Bagaimana tidak, dia harus kehilangan Ratna (17) , anak perempuan satu-satunya setelah si adik, Soleh (8) dalam satu serangan men-“smackdown” Vagina kakaknya ketika tertidur. Si adik sendiri tidak pernah menyangka perbuatannya akan berujung maut terhadap kakak perempuannya itu.
Ditemui oleh tim Pos Kota bersama si Adik, Rukiyah menceritakan kronologis kejadian tragis yang menimpa putrinya itu. Siang itu, Selasa (19/8) kakak beradik itu pulang dari sekolah. Seusai makan siang, si Kakak kemudian langsung tidur sementara si Adik menonton film Smackdown di VCD yang dia pinjam dari temannya. “Saat itu saya sendiri tidak tahu kalo si Soleh lagi nonton acara itu…”, tukas Ibu dua anak ini sambil mengusap air matanya.
Seusai menonton adegan-adegan gulat tersebut, si Adik kemudian masuk ke kamar yang kebetulan sekamar dengan sang Kakak. Entah apa yang ada di pikiran Soleh, dia naik ke atas pinggir kayu tempat tidur kemudian meloncat menuju ke arah sang Kakak dan menghujamkan sikutnya tepat di Vagina korban.
Dihajar di bagian vitalnya yang lemah, Ratna kaget & terbangun kesakitan sambil memegangi kemaluannya. Namun karena sakit yang luar biasa, korban bahkan tidak sanggup untuk menjerit. Awalnya si adik menganggap reaksi kakaknya sama seperti acara Smackdown yang dia tonton di VCD. Namun ketika dia melihat si kakak menangis & kemudian pingsan, dia langsung memanggil ibunya. Melihat anaknya pingsan tak berdaya, Rukiyah langsung mengantar korban ke Poliklinik terdekat. Namun korban meninggal sebelum sempat diberikan perawatan. dr Sisca (45), yang kebetulan menangani korban sendiri menduga bahwa korban meninggal setelah kaget & shock karena mengalami sakit yang luar biasa. Pada bibir vagina korban sendiri ditemukan memar, selaput dara pecah, & diduga tulang kemaluan korban mengalami keretakan.
“Kasus penganiayaan ini masih akan kami selidiki, hingga hasil otopsi dilakukan” kata Kanit Reskrim Polsek Senen, Iptu Bagus Christian. (46)

Rabu, 11 Agustus 2010

[hot] tersingkap kelemahan wanita yg paling fatal!!

Kaum feminis bilang susah jadi wanita, lihat saja peraturan dibawah ini:
1. Wanita auratnya lebih susah dijaga (lebih banyak) dibanding lelaki.
2. Wanita perlu meminta izin dari suaminya apabila mau keluar rumah tetapi tidak sebaliknya.
3. Wanita saksinya (apabila menjadi saksi) kurang berbanding lelaki.
4. Wanita menerima warisan lebih sedikit daripada lelaki.
5. Wanita perlu menghadapi kesusahan mengandung dan melahirkan anak.
6. Wanita wajib taat kepada suaminya, sementara suami tak perlu taat pada isterinya.
7. Talak terletak di tangan suami dan bukan isteri.
8. Wanita kurang dalam beribadat karena adanya masalah haid dan nifas yang tak Ada pada lelaki.



Itu sebabnya mereka tidak henti-hentinya berpromosi untuk "MEMERDEKAKAN WANITA".

Pernahkah Kita lihat sebaliknya (kenyataannya) ?

1. Benda yang Mahal harganya akan dijaga dan dibelai serta disimpan ditempat yang teraman dan terbaik. Sudah pasti intan permata tidak akan dibiar terserak bukan? Itulah bandingannya dengan seorang wanita.
2.Wanita perlu taat kepada suami, tetapi tahukah lelaki wajib taat kepada ibunya 3 kali lebih utama daripada kepada bapaknya?
3. Wanita menerima warisan lebih sedikit daripada lelaki, tetapi tahukah harta itu menjadi milik pribadinya dan tidak perlu diserahkan kepada suaminya, sementara apabila lelaki menerima warisan, Ia perlu/wajib juga menggunakan hartanya untuk isteri dan anak-anak.
4. Wanita perlu bersusah payah mengandung dan melahirkan anak,tetapi tahukah bahwa setiap saat dia didoakan oleh segala makhluk, malaikat dan seluruh makhluk ALLAH di muka bumi ini, dan tahukah jika ia meninggal dunia karena melahirkan adalah syahid dan surga menantinya.
5. Di akhirat kelak, seorang lelaki akan dipertanggung- jawabkan terhadap! 4 wanita, yaitu: Isterinya, ibunya, anak perempuannya dan saudara perempuannya. Artinya, bagi seorang wanita tanggung jawab terhadapnya ditanggung oleh 4 orang lelaki,yaitu : suaminya, ayahnya, anak lelakinya dan saudara lelakinya.
6. Seorang wanita boleh memasuki pintu syurga melalui pintu surga yang mana saja yang disukainya, cukup dengan 4 syarat saja, yaitu: shalat 5 waktu, puasa di bulan Ramadhan, taat kepada suaminya dan menjaga kehormatannya.
7. Seorang lelaki wajib berjihad fisabilillah, sementara bagi wanita jika taat akan suaminya, serta menunaikan tanggung-jawabnya kepada ALLAH, maka ia akan turut menerima pahala setara seperti pahala orang pergi berjihad fisabilillah tanpa perlu mengangkat senjata.

Masya ALLAH ! Demikian sayangnya ALLAH pada wanita

Ingat firman Nya, bahwa mereka tidak akan berhenti melakukan segala upaya, sampai Kita ikut / tunduk kepada cara-cara / peraturan Buatan mereka. (emansipasi Ala western)

Yakinlah, bahwa sebagai dzat yang Maha Pencipta, yang menciptakan Kita, maka sudah pasti Ia yang Maha Tahu akan manusia, sehingga segala Hukumnya / peraturannya, adalah YANG TERBAIK bagi manusia dibandingkan dengan segala peraturan/hukum buatan manusia.

Jagalah isterimu karena dia perhiasan, pakaian dan ladangmu, sebagaimana Rasulullah pernah mengajarkan agar Kita (kaum lelaki) Berbuat baik selalu (gently) terhadap isterimu.

Adalah sabda Rasulullah bahwa ketika kita memiliki dua atau lebih anak perempuan, mampu menjaga dan mengantarkannya menjadi muslimah Yang baik, maka surga adalah jaminannya. (untuk anak laki2 berlaku kaidah yang berbeda).

Berbahagialah wahai para muslimah. Jangan risau hanya untuk apresiasi absurd dan semu di dunia ini. Tunaikan dan tegakkan kewajiban agamamu, niscaya surga menantimu.




Wanita selalu lupa betapa berharganya dirinya

ane ngegagalin pencopetan sampe 3 kali Gan (btw, ane cewek)

kejadian pertama :
sore jam 5an pas pulang kantor dari arah Kota ke Mangga Dua, pake angkot biru M15/M20 (lupa gw tepatnya saking kebanyakn angkot di Kota).
Gw naek, di dalem dah duduk 4 org bapak2 dg posisi membentuk segi empat (hadap2an, tapi ditengah2 mereka kosong, kyknya buat calon korban).
Ane kurang tanggep, jadi nyangka biasa aja (malah seneng karena kalo angkot penuh brarti ngetemnya ga akan lama2)...
Dah 5 menit perjalanan, bapak2 sebelah ane bilang gini, "mbak, maju dikit, uang saya kedudukan mbak.maju dikit mbak"
Trus ane maju dikit, tapi ane mulai tanggep, kenape ngambil doku ampe 30 detikan.. ane kan capek maju..
udah 30 detik, ane duduk biasa lagi. tapi ane langsung respon liat ke resleting tas yg letaknya di depan. LOH??? KOK TERBUKA?!!!!
Ane refleks langsung ngambil kerah baju bapak2 depan ane sambil tereak "HAPE GW MANE?!! LOE AMBIL KAN!!!"
dia balik marah sambil bilang ngeluarin hape nya sambil bilang gini, "NIH HAPE GW LEBIH BAGUS DARI HAPE LU!!"
Loh?! Kok die tau hape ane jelek Gan??? SIALAN! dia keceplosan trnyata!
Eh, pas lg ribut2, bapak2 sebelah ane minta turun sambil bilang stop ke supir.
Pas dia mau lewat, gw tahan lagi Gan (jadi posisi ane tangan kiri megang baju bapak2 yg mau lewat, tangan kanan megangin kerah bapak2 depan ane tadi0
Ane pegang sampe dia ga bisa lewat (ane ga mikir nyawa lagi Gan.. pokoknya tuh hape punya emak ane, sejelek apapun hape itu punya emak, nyawa juga gw pertaruhin!)

Karena ribut2, rupanya ada bapak2 yg duduk depan supir nyuruh supirnya brenti dan mau ngegeledah smua penumpang. Rupanya dia polisi Gan sambil nunjukin KARTU TUGAS nya (gw rasa ini mukjizat dari Tuhan, krn ada polisi pakaian preman duduk dpn dkt supir).
mUngkin karena maling2 itu ketakutan (gw rasa si bapak polisi bawa pistol di pinggangnya), salah satu maling ngambil hape gw dari bawah kursi (kayaknya dijatohin ama dia) dan bilang, "INI MBAK HAPENYA!! JANGAN NUDUH ORG DONK!!!",,
Ane lgsg ambil hape ane, para komplotan lgsg turun n ngacir..
si polisi naek lagi ke angkot sambil ngomong, "saya polisi pakaian preman yg lg bebas tugas, kbtulan bawa kartu tugas. mereka komplotan memang. hati2 ibu2. bla bla bla"... sambil nasehatin penumpang laen..

abis kejadian itu ane diem aje GAN. TAU KNAPE?
ANE GEMETERAN!
KETAKUTAN GAN! HAHAHAAHAHAHA!!!!

btw,, ini hape emak ane gan



Kejadian kedua :
Arah Kota-Mangga Dua lagi, kali ini oknum nya cewek cowok (yg cewek kece Gan! modis lagi!).. yg korbannya bukan ane, tapi temen ane (cewek juga yg kebetulan kurang tanggep soal copet mencopet)..
oknum ini naek sambil bawa kotak/karton gede dibungkus kertas kado.
Intuisi copet ane (ane bukan copet, tapi lebih cerdas dari copet. WUAHAHAHAHA)
Ane biarin aja dulu, ane mau liat modus terbaru dan tercanggih dari copet2 kece2 ini (kece Gan,, sumpah! Malah ane yg mirip copet saking gembelnye!!)
Ditengah jalan, tiba2 supir nge rem mendadak (kyknya kerja sama Gan,,dikira Ane bodoh kali ya.. )
trus temen ane dipepet (posisinya tepat di sebelah oknum2 kece2 ituh,, Ane di depan mereka)
Ane ngliat sekelibat ada "kegiatan dg tangan" dibalik karton/kotak/kardus yg dipegang ama oknum cewek, kayaknya yg kerja adalah oknum cowok, yg cewek kece nutupin pake karton segede gaban ituh.... dasar amatir
Reflek ane tarik tangan temen ane dan minta supir brenti, ane bilang "STOP BANG, KITA BRENTI DISINI!!!" (padahal halte masih 1000 langkah lagi Gan, dan kaki kita gempor jalan kesononya)
Temen ane kaget, tapi tetep ikut turun ama ane..
Abis ane bayar (masih baek kan Ane, Ane bayar tuh supirrrr sialan), temen ane nanya ngapain turun dimarih/ loe gila ya?
Ane santay aje sambhil bilang, "Liat tas loe.."
JENG JENG JENG JENG!!!!!!!

Tasnya robek bagian bawah, rapi hasil pisau tajam sang oknum, tapi isinya ga sempet diambil..
Temen Ane cuma ngelongo..... Mungkin mikir, buset, si TS cerdasnya lebih dari copet... Wkwkwkwkwkkwkw (Ane kalo ujian emang jelek, tapi masalah copet-dicopet, Ane excellent. Copet aja kalah langkah...)



Kejadian ketiga :
Brusan, tadi jam 3 sore, lokasi ManggaDua Square. Pelaku : 2 orang cowok oriental look alike, modis, rapi, ganteng (teteup ya Gan...)
Korban : Ane n tante ane...
Lagi milih2 dvd, tiba2 datang 2 org cowok heboh bin lebay nanya2 mbak2 yg jualan ada ga filem Superman yg serial (SUPERMAN IS DEAD, BEGO!)
Insting anti-copet ane hidup Gan..
Ane curiganya knapa si mbak ga jawab2 prtanyaan si cowok2 lebay itu??
Mbak2 itu cuma nunduk sambil milih2 dvd ane n tante ane,,, kayaknya si mbak tau ini komplotan copet yg sering beraksi di lokasi dia, si mbak mau ngasih sinyal ke ane n tante ane, tapi takut ditusuk/dibunuh, jadi cuma bisa diem sambil nunduk....
Ane nangkep sinyal diem mbak itu (Ane namain "Zero Sum Game Signal", yakni sinyal yg ingin dikatakan oleh orang2 yg melihat perbuatan copet tapi takut disakiti oleh sang copet, jadi cuma bisa DIAM, ciri2 : diam, menunduk,gemeteran,keringat dingin, ga respon pertanyaan sang copet)
Ane refleks amanin tas ane ke depan, tante ane juga ane sikut, kita bayar dvd yg dah kita beli, trus kita cabut...
Ane tanya ama tante ane, "tau ga tan kalo mreka itu copet?"
tante ane jawab, "tau kok. kliatan gerak geriknya."
fiuh,, god bless us!

btw,, penampakkan yg mndekati 2 cowok lebay tsb adalah




DARI TULISAN PANJANG BIN AMIT-AMIT INI ANE CUMA MAU NGASIH TAHU KE AGAN2 SEMUA BAHWA


"KEJAHATAN ADA DIMANA2, OLEH OKNUM YG TIDAK DISANGKA2, DAN SELALU WASPADA DIMANAPUN ANDA BERADA.
INI JAMANNYA MANUSIA MAKAN MANUSIA LAINNYA GAN, ALIAS JAMAN KANIBALISME.
TEKANAN EKONOMI, TUNTUTAN HIDUP, DSB MENJADI PEMICU SESEORG BERBUAT JAHAT TRHADAP ORG LAINNYA.
WASPADA LAH WASPADA LAH!!!!!!!!!!!"

"DAN JANGAN REMEHKAN KEKUATAN INTUISI SEORANG PEREMPUAN."

--Kayak Xena The warrior Princess aje Ane Gan....

Minggu, 01 Agustus 2010

Ini Dia Pengemis Terkaya se-indonesia !!!

Cak To, begitu dia biasa dipanggil. Besar di keluarga pengemis, berkarir sebagai pengemis, dan sekarang jadi bos puluhan pengemis di Surabaya. Dari jalur minta-minta itu, dia sekarang punya dua sepeda motor, sebuah mobil gagah, dan empat rumah. Berikut kisah hidupnya.
Cak To tak mau nama aslinya dipublikasikan. Dia juga tak mau wajahnya terlihat ketika difoto untuk harian ini. Tapi, Cak To mau bercerita cukup banyak tentang hidup dan ”karir”-nya. Dari anak pasangan pengemis yang ikut mengemis, hingga sekarang menjadi bos bagi sekitar 54 pengemis di Surabaya.
Setelah puluhan tahun mengemis, Cak To sekarang memang bisa lebih menikmati hidup. Sejak 2000, dia tak perlu lagi meminta-minta di jalanan atau perumahan. Cukup mengelola 54 anak buahnya, uang mengalir teratur ke kantong.
Sekarang, setiap hari, dia mengaku mendapatkan pemasukan bersih Rp 200 ribu hingga Rp 300 ribu. Berarti, dalam sebulan, dia punya pendapatan Rp 6 juta hingga Rp 9 juta.



Cak To sekarang juga sudah punya rumah di kawasan Surabaya Barat, yang didirikan di atas tanah seluas 400 meter persegi. Di kampung halamannya di Madura, Cak To sudah membangun dua rumah lagi. Satu untuk dirinya, satu lagi untuk emak dan bapaknya yang sudah renta. Selain itu, ada satu lagi rumah yang dia bangun di Kota Semarang.
Untuk ke mana-mana, Cak To memiliki dua sepeda motor Honda Supra Fit dan sebuah mobil Honda CR-V kinclong keluaran 2004. *** Tidak mudah menemui seorang bos pengemis. Ketika menemui wartawan harian ini di tempat yang sudah dijanjikan, Cak To datang menggunakan mobil Honda CR-V-nya yang berwarna biru metalik. Meski punya mobil yang kinclong, penampilan Cak To memang tidak terlihat seperti ”orang mampu”. Badannya kurus, kulitnya hitam, dengan rambut berombak dan terkesan awut-awutan. Dari gaya bicara, orang juga akan menebak bahwa pria kelahiran 1960 itu tak mengenyam pendidikan cukup. Cak To memang tak pernah menamatkan sekolah dasar.
Dengan bahasa Madura yang sesekali dicampur bahasa Indonesia, pria beranak dua itu mengaku sadar bahwa profesinya akan selalu dicibir orang. Namun, pria asal Bangkalan tersebut tidak peduli. ”Yang penting halal,” ujarnya mantap. Cak To bercerita, hampir seluruh hidupnya dia jalani sebagai pengemis. Sulung di antara empat bersaudara itu menjalani dunia tersebut sejak sebelum usia sepuluh tahun. Menurut dia, tidak lama setelah peristiwa pemberontakan G-30-S/PKI. Maklum, emak dan bapaknya dulu pengemis di Bangkalan. ”Dulu awalnya saya diajak Emak untuk meminta-minta di perempatan,” ungkapnya. Karena mengemis di Bangkalan kurang ”menjanjikan”, awal 1970-an, Cak To diajak orang tua pindah ke Surabaya. Adik-adiknya tidak ikut, dititipkan di rumah nenek di sebuah desa di sekitar Bangkalan. Tempat tinggal mereka yang pertama adalah di emprean sebuah toko di kawasan Jembatan Merah.
Bertahun-tahun lamanya mereka menjadi pengemis di Surabaya. Ketika remaja, ”bakat” Cak To untuk menjadi bos pengemis mulai terlihat. Waktu itu, uang yang mereka dapatkan dari meminta-minta sering dirampas preman. Bapak Cak To mulai sakit-sakitan, tak kuasa membela keluarga. Sebagai anak tertua, Cak To-lah yang melawan. ”Saya sering berkelahi untuk mempertahankan uang,” ungkapnya bangga. Meski berperawakan kurus dan hanya bertinggi badan 155 cm, Cak To berani melawan siapa pun. Dia bahkan tak segan menyerang musuhnya menggunakan pisau jika uangnya dirampas.
Karena keberaniannya itulah, pria berambut ikal tersebut lantas disegani di kalangan pengemis. ”Wis tak nampek. Mon la nyalla sebet (Kalau dia bikin gara-gara, langsung saya sabet, Red),” tegasnya. Selain harus menghadapi preman, pengalaman tidak menyenangkan terjadi ketika dia atau keluarga lain terkena razia petugas Satpol PP. ”Kami berpencar kalau mengemis,” jelasnya. Kalau ada keluarga yang terkena razia, mau tidak mau mereka harus mengeluarkan uang hingga ratusan ribu untuk membebaskan.
Cak To tergolong pengemis yang mau belajar. Bertahun-tahun mengemis, berbagai ”ilmu” dia dapatkan untuk terus meningkatkan penghasilan. Mulai cara berdandan, cara berbicara, cara menghadapi aparat, dan sebagainya. Makin lama, Cak To menjadi makin senior, hingga menjadi mentor bagi pengemis yang lain. Penghasilannya pun terus meningkat. Pada pertengahan 1990, penghasilan Cak To sudah mencapai Rp 30 ribu sampai Rp 50 ribu per hari. ”Pokoknya sudah enak,” katanya. Dengan penghasilan yang terus meningkat, Cak To mampu membeli sebuah rumah sederhana di kampungnya. Saat pulang kampung, dia sering membelikan oleh-oleh cukup mewah. ”Saya pernah beli oleh-oleh sebuah tape recorder dan TV 14 inci,” kenangnya.
Saat itulah, Cak To mulai meniti langkah menjadi seorang bos pengemis. Dia mulai mengumpulkan anak buah. Cerita tentang ”keberhasilan” Cak To menyebar cepat di kampungnya. Empat teman seumuran mengikutinya ke Surabaya. ”Kasihan, panen mereka gagal. Ya sudah, saya ajak saja,” ujarnya enteng. Sebelum ke Surabaya, Cak To mengajari mereka cara menjadi pengemis yang baik. Pelajaran itu terus dia lanjutkan ketika mereka tinggal di rumah kontrakan di kawasan Surabaya Barat. ”Kali pertama, teman-teman mengaku malu. Tapi, saya meyakinkan bahwa dengan pekerjaan ini, mereka bisa membantu saudara di kampung,” tegasnya.
Karena sudah mengemis sebagai kelompok, mereka pun bagi-bagi wilayah kerja. Ada yang ke perumahan di kawasan Surabaya Selatan, ada yang ke Surabaya Timur. Agar tidak mencolok, ketika berangkat, mereka berpakaian rapi. Ketika sampai di ”pos khusus”, Cak To dan empat rekannya itu lantas mengganti penampilan. Tampil compang-camping untuk menarik iba dan uang recehan. Hanya setahun mengemis, kehidupan empat rekan tersebut menunjukkan perbaikan. Mereka tak lagi menumpang di rumah Cak To. Sudah punya kontrakan sendiri-sendiri. Pada 1996 itu pula, pada usia ke-36, Cak To mengakhiri masa lajang. Dia menyunting seorang gadis di kampungnya. Sejak menikah, kehidupan Cak To terus menunjukkan peningkatan…
Setiap tahun, jumlah anak buah Cak To terus bertambah. Semakin banyak anak buah, semakin banyak pula setoran yang mereka berikan kepada Cak To. Makanya, sejak 2000, dia sudah tidak mengemis setiap hari. Sebenarnya, Cak To tak mau mengungkapkan jumlah setoran yang dia dapatkan setiap hari. Setelah didesak, dia akhirnya mau buka mulut. Yaitu, Rp 200 ribu hingga Rp 300 ribu per hari, yang berarti Rp 6 juta hingga Rp 9 juta per bulan. Menurut Cak To, dia tidak memasang target untuk anak buahnya. Dia hanya minta setoran sukarela. Ada yang setor setiap hari, seminggu sekali, atau sebulan sekali. ”Ya alhamdulillah, anak buah saya masih loyal kepada saya,” ucapnya. Dari penghasilannya itu, Cak To bahkan mampu memberikan sebagian nafkah kepada masjid dan musala di mana dia singgah. Dia juga tercatat sebagai donatur tetap di sebuah masjid di Gresik. ”Amal itu kan ibadah. Mumpung kita masih hidup, banyaklah beramal,” katanya. Sekarang, dengan hidup yang sudah tergolong enak itu, Cak To mengaku tinggal mengejar satu hal saja. ”Saya ingin naik haji,” ungkapnya. Bila segalanya lancar, Cak To akan mewujudkan itu pada 2010 nanti…

sumber :[http://goncecs.wordpress.com]